Tak Ada Titik Temu, Sidang Mediasi Sengketa 13 Bersaudara Gagal

win

Malang, Indonesia News

Sidang mediasi sengketa antar keluarga kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kota Malang ,sidang mediasi yang  melibatkan 13 bersaudara itu gagal menemukan titik kesepakatan sehingga, dilanjutkan dengan sidang pada pokok perkara dalam perkara tersebut dikembalikan pada hakim yang awal dalam perkara gugatan perbuatan melawan hukum,dan semuanya dikuasakan pada kuasa hukum Wintarsa Anuraga,SH,MH.

dalam sidang mediasi itu  yang di gelar di Ruang Mediasi Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang, melakukan gugatan adalah Edi Admodjo (63) warga Jl Ikan Piranha No 41 F, bersama sembilan saudaranya. Mereka menggugat tiga saudaranya  yang lain. Di antara mereka  adalah  Iin Safitri, Soeharto dan Arysanto, ketiganya warga Jl Ikan Piranha No 41 A, RT 04/RW 03, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Objek yang menjadi sumber sengketa adalah  rumah di  Jl Ikan Piranha No 41 A. Rumah yang digunakan sebagai pabrik abon itu merupakan peninggalan orang tua mereka. 

Menurut penggugat rumah tersebut dikuasai oleh para tergugat.,makanya, mereka menggugat. Dalam  sidang mediasi ternyata  tidak ada titik temu.  sehingga persidangan akan dilanjutkan dengan masuk ke materi perkara.

Informasi yang berhasil dihimpun, bahwa para penggugat dan tergugat adalah anak-anak ahli waris dari Alm Soepringgo. Mereka itu 13 bersaudara.ungkap Wintarsa Anuraga  SH MH,selaku kuasa hukum Edi Admodjo, mengatakan bahwa dalam mediasi ini tidak ada titik temu. “Padahal kami telah memberikan alternatif supaya rumah peninggalan Alm. Soepringgo dijual dan dibagi kepada semua ahli waris. namun mereka tidak mau dengan tawaran kami. Karena tidak ada titik temu, nantinya persidangan akan masuk ke pokok perkara,” tegas Wintarsa Anuraga,SH,MH.

Sementara itu Hamka SH,selaku kuasa hukum dari para tergugat mengatakan bahwa tidak ada titik temu dalam mediasi ini. “Mediasi tadi gagal tidak ada titik temu. Jadi sepakat untuk melanjutkan sidang,” ujar Hamka SH ketika ditemui oleh Media Indonesia News usai persidangan. (dwi)