NasDem Persilakan Polri Buktikan Kadernya Pasok Senjata KKB

indonesian news - politik 3

Indonesian-news.com – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mempersilakan Polri membuktikan dugaan keterlibatan kadernya yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Wanimbo, dalam mendanai pemasok senjata untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Pasalnya, katanya, kabar terkait hal itu sejauh ini baru disampaikan oleh tersangka Neson Murib.

“Itu baru keterangan dari tersangka sehingga kemudian muncul nama tersebut. Benar-tidaknya kita harus beri kesempatan aparat untuk memvalidasi tentang keterangan tersebut,” ucap Ali saat dihubungi, Rabu (16/6).

Ia pun sudah memastikan kabar dan meminta penjelasan ke DPW NasDem Papua. Namun, Ali belum mendapatkan penjelasan dari Sonny sejauh ini.

Dia menyatakan NasDem akan menindak tegas bila dugaan tersebut terbukti. Menurut Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu, partainya tidak akan memberikan toleransi kepada kader yang terlibat kasus kriminal, apalagi terkait kegiatan separatis atau makar.

Ali menyatakan bahwa kader yang terbukti melakukan pelanggaran bisa dipecat.

“Bila itu betul, sudah otomatis kita pecat karena ini prinsip bernegara. NasDem lahir sebagai salah satu parpol dengan cita-cita menjaga NKRI. Artinya, semua kader NasDem tegak lurus dengan cita-cita partai,” kata dia.

Polisi menduga pemasok senjata api untuk KKB di Papua, Neson Murib mendapat uang sebesar Rp370 juta dari Ketua DPRD Kabupaten Tolikara, Sonny Wanimbo.

Uang itu diketahui turut diamankan aparat saat menangkap Neson Murib ketika sedang transit di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya untuk pergi ke Timika pada Senin (14/6).

“Saat ini tim penyidik baru mendalami keterlibatan semua pihak yang diduga,” kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Iqbal Alqudusy ketika dikonfirmasi, Rabu (18/6).

“Tentunya akan memanggil yang bersangkutan (untuk diklarifikasi),” tambah Iqbal.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyoroti tindakan oknum anggota Polri di Ambon, Maluku, yang diduga menjual senjata kepada KKB di Papua. Menurutnya, hal ini memperlihatkan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih memiliki pekerjaan rumah besar.

Sahroni mengatakan bahwa Listyo harus bisa memastikan seluruh anggota Polri berpegang teguh pada tugas serta amanah sebagai pelindung dan pelayan rakyat.

Source : cnnindonesia.com