MoU dengan Sapda, PN Kelas 1A Malang Masuk Final PTSP

Screenshot_20210814-062353_Office

Malang, Indonesian News

Pengadilan Negeri Kelas 1A Kota Malang masuk dalam lomba Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) se – Indonesia,yang di sampaikan oleh  Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kota Malang, Judi Prasetya, SH MH,saat di temui oleh Media Indonesia News, mengakui hal tersebut, Senin 09-08-2021, dia menjelaskan bila tema lomba itu, tentang Peningkatan Aksesibilitas Layanan Dalam Masa Pandemi , Itu sebuah layanan yang mengedepankan keamanan, keselamatan. salah satunya, sebuah layanan berbasis ITE untuk itu, telah dilaunching, Anjungan Layanan Mandiri (ALM). Layanan virtual tanpa tatap muka acara langsung. “Tidak terkecuali layanan Pengadilan Inklusi layanan untuk para kaum renta, sakit, hingga para Disabilitas dan lainya,” tegas Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 A Kota Malang, Judi Prasetya, SH, MH.
Untuk itu, lanjut Judi Prasetya,SH,MH pihaknya terus melakukan survey kepuasan masyarakat dan survei indeks persepsi anti korupsi. selain sarana prasarana untuk Disabilitas, Sumber Daya Manusia (SDM) di Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang, diharapkan memahami dan bisa berkomunikasi. setidaknya, bisa dilakukan dengan bahasa isyarat. “Kami memberikan pelatihan untuk itu. Bahkan, memberikan pelayanan khusus selain itu, kami sudah MoU dengan sebuah LSM, Sentra Advokasi, Perempuan, Difabel dan Anak (Sapda). Fungsinya, untuk advokasi pendampingan khusus anak, perempuan dan disabilitas,” tegasnya Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang Judi Prasetya,SH,MH,dan di damping oleh Humas Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang,Djuanto,SH,dari Media ini sempat menanyakan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1.A,Kota Malang,terkait aturan atau tata tertip diruang sidang apapun persidangan kecuali sidang anak dan cerai tidak bisa untuk dipablis tapi dari media ini ketika masuk didalam ruangan sidang dan itu bukan sidang anak maupun cerai,sempat diusir oleh hakim tunggal padahal itu adalah gugatan sederhana dan tidak fase Mediasi….oleh karena itu langsung di jawab oleh Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang,itu boleh diambil asal ada etika dan itu hakim masih baru belum mengenal media satu sama yang lain,oleh karena Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang berharap bisa ketemu dan saling bisa bersilahturahmi tegasnya.(dwi)