LPS Ingatkan 3T, Nasabah Tak Perlu Ragu Simpan Uang di Bank

Screenshot_20211215-190635_Chrome

Indonesian News, Malang

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ingatkan pentingnya nasabah yang menyimpannya uangnya di bank untuk memperhatikan 3T.  3 T tersebut adalah tercatat pada pembukuan bank, tingkat bunga simpanan yang diperoleh nasabah bank tidak melebihi bunga penjaminan LPS dan tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal seperti memiliki kredit macet agar dana mereka dapat dijamin LPS.

Sekretaris LPS, Dimas Yuliharso, mengatakan jika dana masyarakat yang disimpan di bank tidak sesuai dengan ketentuan 3T, maka dampaknya dana tersebut tidak dijamin LPS. Ketika bank tersebut dilikuidasi, maka dana tersebut tidak dapat dibayarkan oleh LPS. “Sampai akhir Oktober 2021, terdapat Rp370,28 miliar (18 persen) milik 18.089 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T),” katanya pada UKW Angkatan 37 dan 38 PWI Malang Raya, Jumat lalu (3/12/2021).

Di sisi lain, Dimas menyampaikan bahwa nasabah tidak perlu ragu untuk menabung di bank, karena sudah ada LPS yang menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per-nasabah per-bank. Kepada insan media di Malang Raya yang hadir harapannya agar turut membantu menyebarkan informasi terkait sosialisasi syarat penjaminan simpanan 3 T kepada masyarakat.

Adapun 3 T tersebut adalah pertama, Tercatat pada pembukuan bank. Lalu kedua, Tingkat bunga simpanan yang diperoleh nasabah bank tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Sedang ketiga, Tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet). “Nasabah tidak perlu ragu untuk menabung di bank, karena sudah ada LPS yang menjamin simpanan hingga maksimum Rp2 miliar per-nasabah per-bank. Agar simpanannya dijamin, kami himbau kepada para nasabah bank untuk memenuhi syarat-syarat penjaminan simpanan LPS. Syaratnya ialah 3 T,” jelasnya.

Sebagai informasi, persentase paling besar dari simpanan yang tidak layak bayar yakni sebesar Rp284,97 (77%) disebabkan karena bunga simpanan yang diterima nasabah melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

Nasabah diharapkan cermat terhadap tawaran cashback atau pemberian uang tunai. Berdasarkan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan (PLPS) Nomor 2/PLPS/2010 Pasal 42 ayat 2 menyatakan bahwa pemberian uang dalam rangka penghimpunan dana juga termasuk komponen perhitungan bunga. Jika perhitungan cashback dan bunga yang diberikan melebihi tingkat bunga penjaminan maka simpanan tidak dijamin LPS.

Berdasarkan data klaim penjaminan per Oktober 2021, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Oktober 2021 ialah Rp2,06 triliun. Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp1,69 triliun (82%) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 263.533 nasabah bank. Dan terdapat Rp370,28 miliar (18%) milik 18.089 nasabah bank yang dilikuidasi dan dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS (syarat 3T). (*)