Kini Pos Bantuan Hukum Secara Cuma-cuma, Mulai Ramai Diperbincangkan

pn pos

Malang, Indonesian News

Dalam memperjuangkan serta membela masyarakat pencari keadilan tidak mudah,namun dalam menentukan siapakah yang pantas menduduki tempat pelayanan pos bantuan hukum secara gratis masih banyak diperbincankan oleh kalangan sebagai seorang pengacara atau kuasa hukum yang ditunjuk dalam mendampingi oleh hakim Pengadilan Negeri Kelas 1.A ,Kota Malang, pada hari Rabu,22-9-2021,seluruh dari PBH (Pos Bantuan Hukum)yang di Pengadilan Tersebut di kumpulkan seluruhnya di Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang antara lain dari ada 7 PBH (Pos Bantuan Hukum) sesuai pasal 56 bahwa setiap PBH (Pos Bantuan Hukum ) berhak sebagai pendamping kepada terdakwa, atau orang yang kena perkara yang tidak mampu,oleh karena itu Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang,berharap bertindak yang sama,adil dan transparasi dan LBH,atau PBH (Pos Bantuan Hukum) semua di panggil,di ajak bermusyawarah untuk Pembela Lembaga Bantuan Hukum,yang disampaikan oleh Drs Ec Mujianto, SH,M.Hum, dan perlu di pertegas dan garis bawahi bahwa di kumpulkanya itu demi kepentingan Masyarakat sebagai pencari keadilan secara Gratis dan Cuma-Cuma tanpa dipunggut biaya sepersenpun bagi yang benar-benar tidak mampu,sesuai dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh RT setempat. ketika ditemui oleh Media Indonesia News,secara Eksklusif di area Pengadilan Negeri Kelas 1.A ,Kota Malang.

Lebih lanjut ditegaskan oleh Drs.Ec.Mujianto,SH,M.Hum,dari Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1.A,Kota Malang,berharap kepada semua pengacara yang ditunjuk dalam pendampingan terdakwa,harus hadir dan siap di Pengadilan Negeri Kelas 1.A,Kota Malang mulai pukul .08.00 Wib,sampai sidang selesai,dan pengacara yang mendapat giliran sidang dalam mendampingi terdakwa itu harus siap tidak boleh dari panitera berteriak-teriak atau panggil –panggil disitu sudah tahu ada pendampingan terhadap terdakwa,dan di sampaikan juga bahwa Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Kelas.1.A Kota Malang,itu hanya ada 5 Ketua Majelis Hakim ,padahal dari PBH (Pos Bantuan Hukum)  LBH (Lembaga Bantuan Hukum ),itu ada 7 terus bagaimana cara  mengaturnya??? Nantinya dari Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri Kelas.1 A ,Kota Malang, akan mengatur secara bergilir siapa-siapa yang harus ,stanbay di  Persidangan,nanti ,entah kena jabwal dari PBH Peradi Malang Raya atau pas saya dari PBH ,LK3M atau yang lain tegasnya, yang ngepos di Pengadilan Negeri Kelas 1.A,Kota Malang.

Di tegaskan juga oleh salah ketua dari PBH ( Pos Bantuan Hukum ) Drs.Ec,Mujianto,SH,M.Hum,untuk menambah adanya  pendampingan bagi masyarakat pencari keadilan khususnya pendampingan secara gratis dan Cuma-Cuma tersebut karena,itu dari Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri Kelas 1.A Kota Malang,akhirnya membuat suatu jabwal yang tersetruktur dan bergilir pasti akan mendapat giliran pembela di persidangan ,dan itu dilakukan  penuh dengan tanggungjawab, dalam pertemuan atau musyawarah pada hari Rabu,Tanggal 22-9-2021,antara Pos Bantuan Hukum (PBH) apa yang yang di bahas dalam pertemuan tersebut,apakah ada suatu pergantian di bagian Permohonan yang selama ini pantauan dari Media Indonesia News,masih dilakukan oleh PBH

( Pos Bantuan Hukum ) Peradi Malang Raya, yang dikhususkan menangani permohonan Ganti Nama, ataukah dengan yang lain, dan jelas  disitu dalam pembuatan ganti nama dulu sebelum di pegang oleh PBH (Pos Bantuan Hukum) Peradi Malang Raya sebelumnya PBH (Pos Bantuan Hukum ) LK3M ,selama 2 Tahun memegang itu, dan sekarang ini di buat seperti tender dan akhirnya dari PBH (Pos Bantuan Hukum ) Peradi Malang Raya sebagai Pemenang.

Berharap nantinya di Tahun 2022 yang akan datang semua PBH (Pos Bantuan Hukum ) boleh mengikuti tender nantinya akan diseleksi oleh Panitia Penyelenggara, siapa yang memenuhui syarat dan siapa yang tidak memenuhui syarat, harapan dari, Drs.Ec,Mujianto,SH,M.Hum, kita sebagai pengacara yang konon sebagai notabennya, Officium Nobile (Profesi yang terhormat) kita harus Profesional, artinya sama-sama  pengacara sama-sama di didik mari  kita jaga Etika berprofesi sebagai Advokat.(dwi)