IMI Dilaunching, Permudah Musisi Dapatkan Royalti Dari Karyanya

IMG-20211122-WA0003

IndonesianNews, Malang

Perkembangan musik Indonesia makin hari makin apik, dimana semakin banyak musisi-musisi dari beragam genre yang menghasilkan karya dengan kreatifitasnya masing-masing.

Hal inilah menginspirasi Indra Kenatha untuk mendirikan Indra Musik Indonesia (IMI) di Kota Malang, tepatnya beralamatkan di Jl. M. Wiyono no. 32, (belakang SPBU SKI) Kota Malang.

Hari ini, Minggu (21/11/21), di Cafe Preston.Co Malang, IMI resmi dilaunching yang dengan dimeriahkan sederet musisi yang telah bergabung. Diantaranya, Arden Xander (Eks vokalis Taxi Band yang pernah mengikuti ajang The Voice), Bisma Haryu, Berlian Andri, Dandy, Enal, Gigih Swaditya, Cinta Salsadilah, Wahyu Crist, dan Kenatha.

Menarik sedikit cerita ke belakang, Indra Kenatha ini juga dikenal sebagai mantan keyboardist dari Taxi Band menyampaikan bahwa berdirinya label musik ini berawal dari mimpinya.

“Tujuan berdirinya IMI untuk menjadi media bagi musisi-musisi di Kota Malang dan sekitarnya dalam memperkenalkan dan menyuguhkan karya-karya lagu mereka pada penikmat musik di tanah air dan ke seluruh dunia,” terang Indra.

Perlu diketahui, dengan adanya label musik IMI yang resmi berdiri 10 Mei 2021 lalu ini mengusung tagline yakni “100% terpercaya, 100% royalti seumur hidup”.

Tak hanya sebagai label musik, IMI juga beraktivitas di bidang publishing, manajemen artis, audio dan visual production, hingga education.

Optimistis Indra membangun IMI, juga dibantu oleh rekan-rekannya yang sudah berpengalaman di industri musik. “Dengan pengalaman ini, saya berharap nantinya program kerja bisa diwujudkan secara lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan,” harapnya.

Indra Kenatha menjawab kebutuhan musisi melalui IMI, bahwa karya-karya lagu mereka akan terlindungi secara undang-undang dari pemerintah dan dilindungi seluruh dunia. Bahkan, karya mereka bisa menjangkau ke negara-negara lain di seluruh dunia.

“Saya melihat potensi lokal yang sangat luar biasa dimiliki oleh para pegiat musik pada seluruh daerah di Indonesia, dan saya ingin mengajak mereka berjuang meraih kesuksesan bersama IMI,” jelasnya dengan yakin.

Indra menambahkan, seorang musisi sebelum merilis karya lagu sebaiknya karya intelektualnya tersebut diproteksi terlebih dahulu agar bisa aman dan haknya jelas dengan cara bergabung dengan musik publishing dan lembaga manajemen kolektif.

Di kesempatan yang sama, Direktur IMI Artfani Gemelly, menjelaskan bahwa keberadaan IMI diharapkan menjadi pilihan baru bagi siapapun dalam menyalurkan karya, dan untuk jalan sukses berkarya tanpa harus hijrah ke Ibukota.

“Biasanya label itu identik dengan label Jakarta, nah sekarang khususnya di Kota Malang, Indra Musik Indonesia adalah label pertama kali all around,” terang Artfani.

Rachmat Dhani Yusuf, Music Director di IMI menambahkan, pihaknya juga siap mendampingi musisi-musisi baru mengenai proses dari semua perjalanan karya dari tahap produksi hingga pasca produksi.

“Kita bisa melayani teman-teman dari pra-produksi hingga pasca produksi. Artinya dari bikin lagu sampai jadi, sampai didistribusikan nanti kita bakal mendampingi teman-teman semuanya,” jaminnya.

Pihaknya juga menerangkan bahwa IMI ini menjadi aggregator music untuk platform musik digital. Sehingga para musisi bisa mempublish karyanya pada berbagai platform seperti Spotify, YouTube, Apple iTunes, Deezer, Joox, dan lain sebagainya.

Bagi Anda yang berminat bergabung dengan IMI bisa menghubungi akun media, Instagram: @indramusikindonesia
atau melalui email: indramusikindonesia@gmail.com. (why/red)