BISMILLAH dengan MEMOHON DOA RESTU KEPADA WARGA SUMBAWA BARAT AGAR MENDUKUNG PENCALONAN INI

mohon doa restu

Pemilihan Kepala Daerah Sumbawa Barat Tahun 2024 masih berlangsung lama, Pengacara Sumardhan,SH sudah diminta oleh pendukung Ustad. Nun untuk mendampingi sebagai calon wakil Bupati Sumbawa Barat. Ustad Nun sebagai pendakwah di Sumbawa Barat merasa nyaman bilamana didampingi oleh Sumardhan,SH, putra asli daerah Kecamatan Brang Rea yang berprofesi sebagai Pengacara di Kota Malang, kota yang segudang parawisata yang dapat dijadikan rujukan pengembangan Kabupaten Sumbawa Barat.
Sumardhan,SH bukan barang baru di Sumbawa Barat karena sebagai Pengajar Ilmu Hukum di dua Kampus Negeri dan Swasta terkenal di Malang Raya tentu banyak mahasiswa mahasiswi mengenalnya karena hampir semua Kecamatan yang ada di Sumbawa Barat ada putra putrinya yang kuliah di Malang dan Malang Raya Sumardhan,SH, cukup dikenal baik sebagai Advokat/Pengacara/Konsultan Hukum, Pengacara yang suka senyum dan selalu menganggap teman-teman wartawan sebagai dulur (keluarga) disamping itu Pengacara ini sangat sering menangani perkara-perkara terhadap kepentingan masyarakat umum, perkara masyarakat kecil seperti pernah menggugat bandara abdul rahman saleh yang terakhir yang digugat adalah Kementerian Agraria terkait dengan sertifikat ganda yang korbannya adalah masyarakat Desa Tegalrejo Sumbermanjing Wetan ,Kabupaten Malang dan terakhir sebagai Tim Hukum Pemenangan Pemilihan Bupati Kabupaten Malang yang diusung oleh PDI Perjuangan yang dikenal dengan Jargon SANDI (Sanusi-Didik), alhamdulillah Sandi menang di Kabupaten Malang.
Karena atas permintaan pendukung Ustad Nun maka Sumardhan,SH tidak langsung menerima tawaran itu, namun Sumardhan meminta waktu untuk berkonsultasi dengan orangtuanya di Desa Bangkat Monteh Kecamatan Brang Rea atau Sumbawa Barat dikenal dengan Desa Bo dan adiknya Dones yang dahulu sebagai pendukung berat Bupati dan Wakil Bupati yang sedang menjabat sekarang, namun orang tuanya sebelum memberikan restu terlebih dahulu bertanya kepada Sumardhan,SH, apa yang akan kamu lakukan seandainya kami memberi ijin. Lalu Sumardhan,SH, menjawab dengan mengutip pendapat Ustad Nun bahwa tujuan pertamanya adalah ibadah dengan ingin melakukan perbaikan dan perubahan terhadap tata kelola di Pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat, Ustad Nun juga menyampaikan bahwa uang dari rakyat maka harus digunakan untuk kepentingan rakyat.
Setelah Sumardhan,SH,mendapat restu dari orang tuanya dan adiknya Dones maka kemudian 2 (dua) keluarga besar antara keluarga Ustad Nun yang didampingi oleh Pak Sager dan Pak Yudi dan keluarga Besar Ramdhan panggilan sehari-harinya yang didampingi oleh Budiman sebagai pamannya dan Dones yang disaksikan oleh pendukung kedua belah pihak resmi dijadohkan pada tanggal 10 Muharram 1443 Masehi sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati yaitu Drs. H.M.NUR YASIN sebagai Bupati dan SUMARDHAN, S.H, sebagai Wakil Bupati dengan ditanda tangani surat kesepakatan tertanggal 19 Agustus 2021 Masehi
Sumardhan,SH, menyatakan bahwa kendaraan yang dipakai untuk pertarungan menuju tahta Bupati Sumbawa Barat adalah melalui Jalur Independen, karena diyakini partai-partai pemenang pemilu di Sumbawa Barat akan mengusungkan jagonya masing-masing. Sumardhan,SH juga menyampaikan dengan rendah hati bahwa dua calon ini adalah calon yang serasi di mana Ustad Nun orang yang paham hukum akhirat sedangkan Ramdhan( Sumardhan,SH.) sedikit mememahi hukum dunia karena sebagai Pengacara, dua calon ini juga adalah perkawinan antara generasi tua dengan generasi muda yang insa Alloh dapat saling mengisi satu dengan yang lain. Dengan telah menandatangani kesepakatan maka kedua belah pihak telah bersepakat memilih jargon sementara adalah (NUR-RAMDHAN) artinya Cahaya Perubahan.
Sumardhan,SH, juga mengucapkan
BISMILLAH dengan MEMOHON DOA RESTU KEPADA WARGA SUMBAWA BARAT AGAR MENDUKUNG PENCALONAN INI. (dwi)